Empat bulan sudah gw menginjakkan kaki dipelabuhan ini, sebuah pelabuhan yang memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh pelabuhan yang lain. Ada banyak sekali hal yang gw temukan selama tinggal disini, namun hanya satu yang paling menarik dari semua hal yang pernah terjadi di pelabuhan ini. Saat itu terjadi ketika sang penguasa pelabuhan membuat pengumuman guna mencari seorang awak kapal untuk bekerja dikapal mewahnya, uniknya tidak ada batasan umur dalam pengemuman tadi.
Setelah beberapa hari, saat gw duduk memandang kapal-kapal yang sedang berlabuh, gw bertemu dengan seorang pria yang sudah cukup berumur dengan rambut putihnya berjalan tegap dengan wajah bersahaja menghampiri gw, lalu bertanya “maaf, dimana saya bisa bertemu dengan penguasa pelabuhan ini?” dengan agak bingung langsung aja gw tunjukan arah jalan menuju kerumah si penguasa itu, tapi setelah menjelaskan panjang lebar sepertinya orang tua ini bingung sekali, terlihat dari wajahnya yang agak susah mengenali wilayah ini. Tanpa banyak bicara lagi gw antarkan saja orang tua ini ketempat yang dia tuju.
Dalam perjalanan kita saling berkenalan, orang tua ini bernama Brahmang. Memang sangat nyaman berbincang-bincang dengan pak brahmang ini, hingga dia sempat menceritakan tentang pengalaman dia, apa saja yang pernah dia alami sampai setua ini dia masih harus bekerja kasar seperti ini, ternyata pak brahmang ini adalah seorang yang kaya. Sebelumnya dia juga pernah punya sebuah pelabuhan kecil di negeri seberang sana, dengan kekayaannya itu dia bisa membeli sebuah kapal besar lengkap dengan puluhan awak kapal yang setia bekerja padanya, saat itu beliau sangat sering melakukan perjalanan dengan kapal mewahnya itu ditemani oleh istri dan kedua orang putrinya, kehidupan yang menjadi dambaan semua orang didunia ini telah ia dapatkan saat itu. Sampai suatu ketika istri yang sangat dicintainya itu pergi meninggalkan dia, istrinya pergi dengan kedua putri dan seluruh hartanya, seketika dia menjadi seorang yang sangat miskin dan saat itu dia merasa langit yang selama ini meneduhkannya runtuh porak poranda. Saat itu dia merasa seperti orang yang hilang akal, karena masih tidak menyangka hal seperti ini bisa terjadi, hari-hari dilewati secara sia-sia, sampai berbicara pada dinding atau pun lukisan sudah menjadi sesuatu nyaman baginya.
Hal ini berlangsung lumayan lama sampai suatu hari pak brahmang bertemu dengan sekelompok orang sholeh yang mengajaknya mengikuti pengajian dan beberapa kajian, pak brahmang mengaku hidupnya menjadi lebih mudah setelah bergabung dengan kelompok itu. Perbuatan sia-sia yang sebelumnya menjadi suatu aktifitas rutin, semuanya mulai ditinggalkan. Sampai pak brahmang memutuskan untuk mencari sebuah pekerjaan dan memulai sebuah kehidupan baru dengan penuh optimistis.
Tidak terasa kita sudah sampai di rumah sang penguasa pelabuhan, saat itu gw mendapatkan sebuah pelajaran yang sangat berharga dari seorang pria tua, terus terang saat itu gw jadi malu pada diri sendiri. Bagaimana mungkin seorang yang sudah tua seperti itu memiliki semangat yang sangat besar untuk bekerja bukan untuk mencari uang semata, tapi juga untuk mengisi kehidupannya. Terima kasih pak brahmang, semoga kita bisa bertemu pada kondisi yang lebih baik lagi dari pada ini.
*image from : http://www.rajasthantravelguide.com/


Recent Comments